Rabu, 09 September 2015

Si Penghianat

                                                     

Si Penghianat

            Jam sudah menunjukan pukul 07.00 itu merupakan waktu dimulainya pelajaran sekolah. Aku bersekolah di salah satu sekolahan swasta di kota solo. Aku suka sekolah ini , pada awalnya aku memang sedih karena tidak punya teman yang bisa ku ajak ngobrol jadi kadang aku hanya diam di kelas namun sekarang aku punya seorang sahabat baik bernama Fahru. Hari itu ada yang berbeda dari diriku. Aku terlihat lebih rapih dan wangi dibandingkan hari hari biasa. Aku merubah penampilan hanya untuk menarik salah seorang gadis dikelasku. Dia adalah gadis biasa yang tak begitu terkenal ataupun populer dikelasku. Namun aku suka dengan sifatnya yang rajin dan dia juga seorang pecinta novel dia adalah Megi. Aku juga suka dengan novel, aku sering memperhatikannya meskipun dia tak pernah memperhatikanku. Aku sedikit pendiam ketika berada di kelas. Hanya Fahru satu satunya temanku yang bisa ku ajak ngobrol banyak.
            “Vin , kok ngelamun? Mikirin siapa?” tanya Fahru padaku
“Ah nggak kok ru, aku Cuma lagi mikirin kapan mau beli novel terbaru karangan Lexie Xu “ kataku bohong karena aku tak mau menceritakan Megi kepada orang lain.
“Beneran nih? Kalo gitu ayo nanti aja sekalian aku mau beli komik Naruto nih” ajaknya , aku pun meng iyakan nya dengan spontan.
Waktu sekolahpun usai aku segera berkemas untuk segera ke toko buku bersama Fahru. Tetapi saat itu aku melihat Fahru dan Megi asik ngobrol berdua dibawah pohon di lapangan sekolah. Hatiku saat itu dipenuhi panas cemburu. Aku hanya menahan dan berfikir positif kalau Megi hanya berteman dengan Fahru. Namun ketika aku membalikkan badan saat ingin meninggalkan lapangan aku mendengar suara yang membuat hatiku benar benar hancur.
            “Megi , maukah kamu jadi pacar aku?” Kata sahabatku Fahru
“Umm gimana ya ru.. aku sebenernya juga tertarik sama kamu.. tapi..” kata Megi   yang belum selesai mengucapkan kalimatnya
“ah, aku tau kamu suka ya sama Melvin?” kata Fahru
“bu..bukan begitu ru... aku memang tertarik sama Melvin tapi jujur aku juga suka sama kamu” kata Megi
Rasanya Waktu berhenti begitu saja, daun daun yang berguguran melengkapi suasana hatiku saat itu , disaat itu pula aku berkata kepada diriku sendiri
            “Andai saja aku nembak dia duluan, pasti gak akan jadi begini”
Setelah itu aku menghampiri mereka berdua dan mengucapkan selamat kepada mereka meskipun hatiku terasa Hancur.
            “Selamat ya kalian berdua” kataku
“Eh Melvin? Kamu denger barusan?” Tanya Fahru yang seolah takut menyakiti hatiku
“iya denger waktu bagian kamu nembak hehehe...” kataku menutup nutupi
“iya makasih ya vin” kata Megi         
“ o iya vin kalo gitu kita makan bareng yuk buat rayain jadianku, aku traktir deh” kata Fahru yang membuatku remuk karena dia tak ingat janji akan pergi ke toko buku
“Enggak deh ru , kalian berdua aja yang pergi , aku gapapa kok hahaha...”
Saat itu Matahari yang mulai menuju arah terbenam menjadi saksi , airmataku yang menetes perlahan juga menjadi saksi keremukan hatiku yang dihancurkan oleh sahabatku sendiri dan gadis yang kusukai.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar