Si Penghianat
Jam sudah menunjukan pukul 07.00 itu
merupakan waktu dimulainya pelajaran sekolah. Aku bersekolah di salah satu
sekolahan swasta di kota solo. Aku suka sekolah ini , pada awalnya aku memang
sedih karena tidak punya teman yang bisa ku ajak ngobrol jadi kadang aku hanya
diam di kelas namun sekarang aku punya seorang sahabat baik bernama Fahru. Hari
itu ada yang berbeda dari diriku. Aku terlihat lebih rapih dan wangi
dibandingkan hari hari biasa. Aku merubah penampilan hanya untuk menarik salah
seorang gadis dikelasku. Dia adalah gadis biasa yang tak begitu terkenal
ataupun populer dikelasku. Namun aku suka dengan sifatnya yang rajin dan dia
juga seorang pecinta novel dia adalah Megi. Aku juga suka dengan novel, aku
sering memperhatikannya meskipun dia tak pernah memperhatikanku. Aku sedikit
pendiam ketika berada di kelas. Hanya Fahru satu satunya temanku yang bisa ku
ajak ngobrol banyak.
“Vin , kok ngelamun? Mikirin siapa?”
tanya Fahru padaku
“Ah
nggak kok ru, aku Cuma lagi mikirin kapan mau beli novel terbaru karangan Lexie
Xu “ kataku bohong karena aku tak mau menceritakan Megi kepada orang lain.
“Beneran
nih? Kalo gitu ayo nanti aja sekalian aku mau beli komik Naruto nih” ajaknya ,
aku pun meng iyakan nya dengan spontan.
Waktu
sekolahpun usai aku segera berkemas untuk segera ke toko buku bersama Fahru.
Tetapi saat itu aku melihat Fahru dan Megi asik ngobrol berdua dibawah pohon di
lapangan sekolah. Hatiku saat itu dipenuhi panas cemburu. Aku hanya menahan dan
berfikir positif kalau Megi hanya berteman dengan Fahru. Namun ketika aku
membalikkan badan saat ingin meninggalkan lapangan aku mendengar suara yang
membuat hatiku benar benar hancur.
“Megi , maukah kamu jadi pacar aku?”
Kata sahabatku Fahru
“Umm
gimana ya ru.. aku sebenernya juga tertarik sama kamu.. tapi..” kata Megi yang belum selesai mengucapkan kalimatnya
“ah,
aku tau kamu suka ya sama Melvin?” kata Fahru
“bu..bukan
begitu ru... aku memang tertarik sama Melvin tapi jujur aku juga suka sama
kamu” kata Megi
Rasanya
Waktu berhenti begitu saja, daun daun yang berguguran melengkapi suasana hatiku
saat itu , disaat itu pula aku berkata kepada diriku sendiri
“Andai saja aku nembak dia duluan,
pasti gak akan jadi begini”
Setelah
itu aku menghampiri mereka berdua dan mengucapkan selamat kepada mereka
meskipun hatiku terasa Hancur.
“Selamat ya kalian berdua” kataku
“Eh
Melvin? Kamu denger barusan?” Tanya Fahru yang seolah takut menyakiti hatiku
“iya
denger waktu bagian kamu nembak hehehe...” kataku menutup nutupi
“iya
makasih ya vin” kata Megi
“
o iya vin kalo gitu kita makan bareng yuk buat rayain jadianku, aku traktir
deh” kata Fahru yang membuatku remuk karena dia tak ingat janji akan pergi ke
toko buku
“Enggak
deh ru , kalian berdua aja yang pergi , aku gapapa kok hahaha...”
Saat
itu Matahari yang mulai menuju arah terbenam menjadi saksi , airmataku yang
menetes perlahan juga menjadi saksi keremukan hatiku yang dihancurkan oleh
sahabatku sendiri dan gadis yang kusukai.
TAMAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar